- Home >
- Biografi Tokoh dan Ulama >
- MBAH SHOLIH DAN MBAH SONHAJI
Posted by : Machsada
Monday, December 8, 2014
Kisah Mbah Soleh
Mbah Soleh adalah salah satu dari sekian banyak murid Sunan Ampel yang mempunyai karomah atau keistimewaan.
Adalah sebuah keajaiban yang tak ada duanya, ada seorang manusia dikubur
hingga sembilan kali. Ini bukan cerita buatan melainkan ada buktinya.
Di sebelah timur Masjid Agung Sunan Ampel ada sembilan kuburan. Itu
bukan kuburan sembilan orang tapi hanya kuburan seorang yaitu murid
Sunan Ampel yang bernama Mbah Soleh.
Kisahnya demikian, Mbah Soleh adalah tukang sapu masjid Ampel di masa
hidupnya Sunan Ampel. Apabila menyapu lantai Masjid sangatlah bersih
sekali sehingga orang yang sujud di masjid tanpa sajadah tidak merasa
ada debunya.
Ketika Mbah Soleh wafat beliau dikubur di depan masjid. Ternyata tidak
ada santri yang sanggup mengerjakan pekerjaan Mbah Soleh yaitu menyapu
lantai masjid dengan bersih sekali. Maka sejak ditinggal Mbah Soleh
masjid itupun lantainya menjadi kotor. Kemudian terucaplah kata-kata
Sunan Ampel. “Bila Mbah Soleh masih hidup tentulah masjid ini menjadi
bersih”.
Mendadak Mbah Soleh ada di pengimaman masjid sedang menyapu lantai.
Seluruh lantai pun sekarang menjadi bersih lagi. Orang-orang pada
terheran melihat Mbah Soleh hidup lagi.
Beberapa bulan kemudian Mbah Soleh wafat lagi dan dikubur disamping
kuburannya dulu. Masjid menjadi kotor lagi, lalu terucaplah kata-kata
Sunan Ampel seperti dulu. Mbah Soleh pun hidup lagi. Hal ini berlangsung
beberapa kali sehingga kuburannya ada delapan. Pada saat kuburan Mbah
Soleh ada delapan Sunan Ampel meninggal dunia. Beberapa bulan kemudian
Mbah Soleh meninggal dunia, sehingga kuburan Mbah Soleh ada sembilan.
Kuburan yang terakhir berada di ujung paling timur.
Jika anda sempat berziarah ke makam Sunan Ampel, jangan lupa untuk berdo’a di depan makam Mbah Soleh.
Kisah Mbah Sonhaji
Mbah Sonhaji sering disebut Mbah Bolong. Apa pasalnya? Ini bukan gelar
kosong atau sekedar olok-olokan. Beliau adalah salah seorang murid Sunan
Ampel yang juga mempunyai karomah.
Kisahnya demikian. Pada waktu pembangunan masjid Agung Ampel, Sonhaji
lah yang ditugasi mengatur tata letak pengimamannya. Sonhaji bekerja
dengan tekun dan penuh perhitungan, jangan sampai letak pengimaman
masjid itu tidak menghadap ke arah kiblat. Tapi setelah bangunan
pengimaman itu jadi banyak orang yang meragukan keakuratannya.
“Apa betul letak pengimaman masjid ini sudah menghadap ke kiblat?”
demikian tanya orang yang meragukan pekerjaan Sonhaji. Sonhaji tidak
menjawab, melainkan melubangi dinding pengimaman sebelah barat lalu
berkata,”Lihatlah ke dalam lubang ini, kalian akan tahu apakah
pengimaman ini sudah menghadap kiblat atau belum?”
Orang-orang itu segera melihat ke dalam lubang yang dibuat Sonhaji.
Ternyata di dalam lubang itu mereka dapat melihat Ka’bah yang berada di
Mekah. Orang-orang pada melongo, terkejut, kagum dan akhirnya tak berani
meremehkan Sonhaji lagi. Dan sejak saat itu mereka lebih bersikap
hormat kepada Sonhaji dan mereka memberinya julukan Mbah Bolong.
Dari kisah karomah para wali ataupun para murid wali, seyogia nya menjadi
pelajaran bagi mereka yang masih hidup. Ambil contoh, kisah Mbah Soleh
di atas, seharusnya mereka yang masih hidup mau meneladani sifat dan
sikap Mbah Soleh yang menyukai Masjidnya selalu bersih, karena masjid
merupakan tempat yang perlu dijaga kebersihan dan kesuciannya.
Begitulah riwayat singkat Sunan Ampel dan 2 orang muridnya.